Dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Azîz melihat puteranya yang bernama Abdul Malik mengenakan pakaian usang di hari Ied. Hal ini menyebabkan beliu meneteskan air mata. Putera beliau pun memperhatikan ayahnya yang menangis lalu bertanya :
ما يبكيك يا أبتاه ؟
"Apa yang menyebabkan Anda menangis wahai ayahanda?"
Umar bin ‘Abdul Aziz pun menjawab :
: أخاف أن تخرج يا بني في هذه الثياب الرثة إلى الصبيان لتلعب معهم فينكسر قلبك
"Saya khawatir wahai anakku, saat kamu keluar rumah dan bermain dengan anak-anak yang lain, mereka akan memperolokmu sehingga hatimu pun menjadi sedih kenanya."
Abdul Mâlik, putera yang berbakti itupun mengatakan :
إنما ينكسر قلب من عصى مولاه وعق أمه وأباه… وأرجو أن يكون الله راضيا عني برضاك عني يا أبي…
"Sesungguhnya hati yang sedih itu seharusnya adalah apabila seseorang bermaksiat kepada tuhannya dan berbuat durhaka kepada ibu bapaknya. Saya berharap agar Allah meridhaiku melalui keridhaan anda kepadaku wahai ayahanda…"
Umar pun memeluk erat anaknya tersebut ke dadanya, mencium dahinya dan mendoakannya., Abdul Malik adalah putera Umar bin Abdul Azîz yang paling zuhud.
Itulah Abdul Malik, anak yang lulus dalam didikan madrasah ramadhan, dibawah asuhan langsung sang ayah yang sholeh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar